Langsung ke konten utama
PT RUNYE DOCTOR GROUPINDONESIA

Teknologi utama

Dua teknologi utama dalam pengobatan kanker

Radioterapi presisi dan terapi intervensi minimal invasif, didukung pengobatan integratif.

Kami menyediakan teknologi pengobatan kanker berstandar internasional dengan mengandalkan dua pendekatan utama, yaitu radioterapi presisi dan terapi intervensi minimal invasif. Kedua pendekatan ini menawarkan pilihan pengobatan bagi pasien dengan berbagai kelompok usia, kondisi fisik, dan stadium kanker, berdasarkan hasil evaluasi serta indikasi medis masing-masing pasien.

Radioterapi Presisi VMAT

Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) memberikan radiasi secara presisi melalui pergerakan mesin yang berputar mengelilingi tubuh pasien, sehingga distribusi dosis mengikuti bentuk dan lokasi tumor sekaligus meminimalkan paparan pada jaringan sehat.

Terapi Intervensi Minimal Invasif

Embolisasi vaskular berpanduan DSA, ablasi gelombang mikro, krioablasi argon-helium, dan implantasi biji radioaktif iodium-125, tanpa memerlukan pembedahan terbuka konvensional.

Pengobatan Integratif Modern dan Tradisional Tiongkok

Kedokteran modern menangani dan mengendalikan tumor secara terarah, sedangkan pengobatan tradisional Tiongkok (TCM) menjadi terapi pendukung untuk membantu meredakan efek samping dan mendukung pemulihan.

Catatan penting: Terapi dipilih oleh dokter dan tim MDT berdasarkan diagnosis, stadium, kondisi fisik, dan tujuan terapi.

01

Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT)

Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT) merupakan teknologi radioterapi canggih yang dikembangkan dari metode Intensity-Modulated Radiation Therapy (IMRT), yaitu teknik terapi radiasi dengan intensitas termodulasi.

Teknologi ini memungkinkan pemberian radiasi secara presisi melalui pergerakan mesin yang berputar mengelilingi tubuh pasien selama proses penyinaran.

Dengan menyesuaikan bentuk berkas radiasi, intensitas dosis, dan kecepatan penghantaran radiasi secara berkesinambungan, VMAT memungkinkan distribusi dosis radiasi mengikuti bentuk dan lokasi tumor secara optimal, sekaligus meminimalkan paparan radiasi yang tidak diperlukan pada jaringan sehat dan organ-organ penting di sekitarnya.

Tim radioterapi menyiapkan pasien di ruang akselerator linear

Keunggulan utama teknologi VMAT

  • Presisi tinggi

    Menghantarkan dosis radiasi secara akurat sesuai dengan bentuk, ukuran, dan lokasi tumor.

  • Perlindungan jaringan sehat

    Membantu mengurangi paparan radiasi pada jaringan sehat serta organ-organ penting di sekitar tumor.

  • Waktu penyinaran lebih singkat

    Umumnya memerlukan waktu penyinaran yang lebih singkat dibandingkan teknik IMRT konvensional dengan penyinaran dari beberapa sudut tetap.

  • Aplikasi klinis yang luas

    Dapat digunakan untuk menangani berbagai jenis kanker, termasuk kanker kepala dan leher, prostat, paru-paru, serta jenis tumor lainnya sesuai dengan indikasi medis.

02

Terapi intervensi dan ablasi minimal invasif komprehensif

Kami menyediakan berbagai teknologi intervensi minimal invasif, meliputi:

  • Embolisasi vaskular berpanduan DSA

    Prosedur intervensi pembuluh darah dengan panduan pencitraan digital (Digital Subtraction Angiography) untuk menghambat aliran darah menuju jaringan tumor.

  • Ablasi gelombang mikro

    Teknik penghancuran jaringan tumor menggunakan energi panas yang dihasilkan oleh gelombang mikro.

  • Krioablasi argon-helium

    Teknik penghancuran jaringan tumor melalui proses pembekuan menggunakan suhu sangat rendah.

  • Implantasi biji radioaktif iodium-125

    Teknik brakiterapi dengan menempatkan sumber radiasi berukuran kecil di dalam atau dekat jaringan tumor.

Berbagai prosedur tersebut dapat dilakukan tanpa memerlukan pembedahan terbuka konvensional, dengan tingkat trauma jaringan yang relatif rendah, kehilangan darah yang minimal, waktu pemulihan yang lebih singkat, serta potensi pengurangan lama rawat inap.

Pendekatan ini ditujukan khususnya bagi pasien kanker stadium menengah hingga lanjut, termasuk pasien lanjut usia, pasien dengan kondisi fisik lemah, pasien dengan gangguan fungsi jantung atau paru-paru, serta pasien yang tidak dapat menjalani operasi besar. Terapi ini juga dapat menjadi pilihan bagi pasien tertentu yang tidak dapat menoleransi radioterapi atau kemoterapi, maupun pasien dengan metastasis multipel.

Melalui tindakan yang relatif minimal invasif, terapi bertujuan mengurangi ukuran dan mengendalikan pertumbuhan tumor, meredakan gejala, memperpanjang kelangsungan hidup pada kasus yang sesuai, serta meningkatkan kualitas hidup pasien.

Catatan penting: Terapi dipilih oleh dokter dan tim MDT berdasarkan diagnosis, stadium, kondisi fisik, dan tujuan terapi.

Keahlian medis

Onkologi presisi dengan terapi individual

Tim dokter kami memiliki keahlian dalam bidang onkologi presisi, khususnya dalam penyusunan dan pelaksanaan terapi individual untuk berbagai jenis kanker.

Tim medis juga berpengalaman menangani berbagai kondisi kompleks, seperti sisa tumor setelah operasi, kekambuhan lokal, metastasis multipel, pasien yang tidak dapat menoleransi radioterapi atau kemoterapi, serta pasien lanjut usia atau dengan kondisi fisik lemah yang tidak memungkinkan untuk menjalani operasi.

Dengan berlandaskan pengalaman klinis yang luas, tim dokter menyusun rencana pengobatan yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien Indonesia, dengan mengutamakan keamanan, efektivitas, dan upaya meminimalkan kerusakan jaringan sehat.

  • Tumor otak dan sistem saraf pusat
  • Kanker rongga dada dan paru-paru
  • Kanker tiroid
  • Kanker payudara
  • Kanker hati, saluran empedu, dan saluran pencernaan
  • Kanker pada sistem reproduksi wanita
  • Kanker kepala dan leher

Pengobatan integratif

Integrasi pengobatan modern dan tradisional Tiongkok

Mendukung pemulihan jangka panjang serta pencegahan kekambuhan

Selain mengandalkan radioterapi presisi dan terapi intervensi minimal invasif sebagai pendekatan pengobatan utama, kami juga mengintegrasikan pendekatan khas rumah sakit berupa perpaduan kedokteran modern dan pengobatan tradisional Tiongkok (Traditional Chinese Medicine/TCM).

Dalam pendekatan integratif ini, kedokteran modern berperan dalam menangani dan mengendalikan tumor secara terarah, sedangkan pengobatan tradisional Tiongkok digunakan sebagai terapi pendukung yang berfokus pada pemeliharaan kondisi tubuh secara menyeluruh.

Kombinasi kedua pendekatan tersebut bertujuan membantu meredakan efek samping pengobatan, mendukung pemulihan kondisi fisik dan fungsi tubuh, serta meningkatkan kenyamanan pasien selama menjalani terapi.

Tim Pusat Onkologi Rumah Sakit Jinshazhou

Akses cepat radioterapi dan intervensi

Akses prioritas bagi pasien Indonesia

Bagi pasien kanker yang membutuhkan penanganan tepat waktu, penjadwalan yang lama dapat memengaruhi jendela terapi. Melalui jalur prioritas internasional, kami mengoordinasikan pemeriksaan, konsultasi MDT, simulasi, perencanaan dosis, dan penjadwalan terapi sebagai satu proses terpadu.

Target: proses radioterapi dimulai dalam 7 hari

Catatan penting: Waktu sebenarnya bergantung pada kondisi pasien, kelengkapan dokumen, hasil pemeriksaan, dan keputusan dokter. Kasus mendesak dinilai secara individual.

  1. 1

    Tinjauan dokumen sebelum keberangkatan

    Rekam medis dan hasil pencitraan dikirim lebih awal untuk tinjauan medis awal.

  2. 2

    MDT dan pemeriksaan prioritas

    Setelah tiba, pemeriksaan dan evaluasi spesialis yang diperlukan diprioritaskan.

  3. 3

    Perencanaan radioterapi yang dipercepat

    Simulasi, delineasi target, perencanaan dosis, dan QA dikoordinasikan tanpa penundaan yang tidak perlu.

  4. 4

    Akses cepat ke terapi

    Bila kondisi medis dan kelengkapan dokumen memungkinkan, targetnya adalah memulai proses terapi dalam 7 hari setelah kedatangan.

Proses radioterapi

Tahapan radioterapi

Tim medis memosisikan pasien untuk simulasi CT
  1. Konsultasi dengan dokter onkologi radiasi

    Dokter menilai kondisi pasien, baik rawat jalan maupun rawat inap, dan menentukan rencana terapi.

  2. Simulasi CT (CT-SIM)

    Pemindaian untuk menentukan posisi dan area terapi. Sekitar 10–30 menit.

  3. Penyusunan rencana terapi

    Dokter onkologi radiasi dan fisikawan medis menyusun rencana dosis. Sekitar 3–5 hari kerja.

  4. Pemosisian dan verifikasi

    Posisi pasien diperiksa ulang sebelum penyinaran. Sekitar 10–25 menit.

  5. Penyinaran

    Dengan akselerator linear sekitar 5–15 menit; dengan CyberKnife sekitar 15–60 menit per sesi.

  6. Pemulihan dan kontrol

    Perawat mendampingi perawatan pasien selama masa terapi, dilanjutkan dengan kontrol lanjutan.

Catatan penting: Perkiraan waktu bersifat umum dan dapat berbeda sesuai kondisi pasien, jenis terapi, dan keputusan dokter.

Mulai dengan konsultasi awal gratis

Penilaian awal dan konsultasi dengan tim dokter multidisiplin tanpa biaya konsultasi awal, didampingi penerjemah.

Chat langsung via WhatsApp, atau isi formulir dan tim kami akan menghubungi Anda.